Tiga Tahun Pengabdian RSUP Ben Mboi Kupang : SIGAP Melayani, Membangun Kesetaraan dari Timur Indonesia

RSUP dr Ben Mboi Kupang, Nusa Tenggara Timur Kini Berusia Tiga Tahun. (Foto/Ist)

OPINI, INSPIRASIKITA – Dari jantung ibukota Nusa Tenggara Timur, RSUP Ben Mboi terus menghadirkan pelayanan modern, humanis, dan berakar pada kearifan lokal membangun kepercayaan, mempersingkat jarak, dan membuka akses pelayanan kesehatan yang lebih adil dan setara bagi masyarakat Dalam usia yang baru beranjak tiga tahun, RSUP Ben Mboi Kupang sebagai salah satu rumah sakit kemenkes telah menunjukkan peran strategisnya sebagai rumah sakit rujukan di Kawasan Timur Indonesia.

Diresmikan pada tahun 2022 oleh Presiden RI sebagai salah satu wujud nyata transformasi kesehatan, rumah sakit ini hadir membawa harapan baru: menghadirkan pelayanan yang lebih setara, lebih dekat, dan lebih berkualitas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) serta wilayah sekitarnya.

Tiga tahun bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk menegaskan satu hal bahwa kesenjangan layanan kesehatan dapat diperkecil ketika komitmen, inovasi, dan keberpihakan pada masyarakat menjadi titik perjuangan sebuah institusi kesehatan.

Menghadirkan Kesetaraan dalam Layanan Kesehatan

Salah satu tantangan terbesar wilayah Indonesia Timur adalah kesenjangan akses layanan kesehatan dibandingkan daerah lain. Selama bertahun-tahun, masyarakat NTT sering dihadapkan pada pilihan sulit: tetap berobat di daerah dengan fasilitas terbatas atau merogoh biaya besar untuk berobat ke luar provinsi, bahkan ke luar negeri.

Kehadiran RSUP Ben Mboi Kupang menjadi jawaban atas kebutuhan akan layanan kesehatan kelas nasional namun berada di perbatasan negeri.

Dalam tiga tahun perjalanannya, RSUP Ben Mboi tidak hanya membangun gedung dan ruang layanan, tetapi juga menghadirkan pusat-pusat unggulan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Penguatan layanan stroke komprehensif, pengembangan layanan jantung terpadu, peningkatan kemampuan emergensi, hingga perluasan layanan bedah dan diagnostik adalah bukti nyata bahwa rumah sakit ini hadir untuk menutup jurang kesenjangan selama ini.

Kesetaraan tidak sekadar slogan, ia diterjemahkan menjadi layanan yang nyaman, ramah, murah, professional, cepat, akurat, canggih dan manusiawi di tengah masyarakat yang selama puluhan tahun merasakan keterbatasan layanan yang terkadang hanya bisa dilakukan di pulau jawa.

Mendekatkan Pelayanan di Ujung Timur Negeri

Mendekatkan pelayanan berarti memastikan bahwa masyarakat tidak perlu lagi menempuh ribuan kilometer hanya untuk mendapatkan penanganan medis yang seharusnya dapat diakses di wilayah sendiri. RSUP Ben Mboi menjalankan misi ini dengan dua pendekatan: membangun kapasitas internal secara agresif dan memperkuat sistem rujukan regional, termasuk mendampingi rumah sakit jejaring sebagai pengampu layanan prioritas.

Transformasi dokter spesialis, tenaga kesehatan kompeten, serta teknologi medis modern yang dihadirkan RSUP Ben Mboi telah mempersingkat waktu tunggu, mempercepat penegakan diagnosis, dan memperluas jenis tindakan medis yang dapat dilakukan.

Ini bukan hanya peningkatan fasilitas, tetapi langkah fundamental yang memperkuat fondasi layanan kesehatan NTT ke depan.

Mengintegrasikan Kearifan Lokal dalam Budaya Layanan

Yang membedakan RSUP Ben Mboi dari banyak rumah sakit lainnya adalah upaya konsisten mengintegrasikan kearifan lokal NTT dalam budaya kerja pelayanan.

Melalui nilai-nilai SIGAP (Santun, Inisiatif, Gesit, Andal, Peduli) yang merupakan integrasi dari core value BerAKHLAK, Budaya Kerja Baru Kemenkes dengan nilai-nilai kearifan lokal Atma Tola, Atmaka Upab, dan Atmaka Mnauba, rumah sakit ini membangun karakter pelayanan yang tidak hanya profesional tetapi juga berakar pada budaya masyarakat.

Ketika teknologi medis modern menyatu dengan keramahtamahan lokal, kepercayaan publik akan bertumbuh.

Dan dalam layanan kesehatan, kepercayaan adalah fondasi sekaligus modal sosial yang paling berharga.

Menyongsong Masa Depan dengan Optimisme

Tiga tahun adalah fase belajar, bertumbuh, dan menemukan jati diri. Ke depan, tantangan RSUP Ben Mboi tentu tidak ringan: persaingan global, tuntutan pelayanan prima, transformasi digital, serta tuntutan pelayanan kasus penyakit kronis dan katastropik yang meningkat. Namun fondasi yang telah dibangun memberi alasan untuk optimis.

Dengan dukungan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, jejaring rujukan, dan masyarakat, RSUP Ben Mboi Kupang kini berada pada jalur yang tepat untuk menjadi ikon baru kesehatan di Indonesia Timur, rumah sakit yang tidak hanya melayani, tetapi juga memajukan.

Tiga tahun pengabdian RSUP Ben Mboi Kupang adalah kisah tentang keberanian membangun harapan.

Tentang bagaimana kesetaraan layanan kesehatan bukan sesuatu yang utopis, tetapi dapat diwujudkan melalui komitmen, kerja keras, dan keberpihakan kepada masyarakat.

RSUP Ben Mboi adalah simbol bahwa negara hadir. Bahwa pelayanan kesehatan bermutu bukan milik kota-kota besar saja.

Dan bahwa di ujung timur Indonesia, ada sebuah rumah sakit yang terus bertumbuh, mendekatkan layanan, dan menguatkan martabat masyarakatnya.

Selamat ulang tahun ke-3 RSUP Ben Mboi Kupang. Teruslah SIGAP melayani, teruslah membangun harapan. (*)

Oleh : Direktur Utama RSUP dr Ben Mboi Dr Annas Ahmad 

Leave a Reply